Biografi Sunan Gresik / Maulana Malik Ibrahim

Safe Link Converter

Encrypting your link and protect the link from viruses, malware, thief, etc!
Made your link safe to visit. (Mengamankan Link dari Virus Malware dan Tindak Cyber Crime)

WHERE IS THE LINK (DIMANA LINK):

  1. Wait 5 second / Tunggu 5 Detik
  2. See in the Box Below Where is counter works / Lihat yang ada waktu berjalan.
  3. Click VISIT LINK / Klik VISIT LINK VISIT LINK.

Your link show here LINK ANDA DISINI

Loading...
Syekh maulana malik ibrahim atau sunan gresik merupakan salah satu walisongo di jawa yang mempunyai peran besar dalam mengislamkan tanah jawa. Metode dakwah maulana malik ibrahim yang menarik membuat agama Islam dapat dengan mudah diterima masyarakat jawa, khususnya sekitar Gresik. Untuk lebih mengenal sosok maulana malik ibrahim, dalam hal ini kami akan membagikan biografi beserta karomah sunan maulana malik ibrahim.
1. Asal-Usul dan Biografi Syekh Maulana Malik lbrahim
Alkisah, Syekh Maulana Malik lbrahim pertama kali datang ke Pulau Jawa ini pada tahun 1404 M. Tetapi sebelumnya di Gresik tepatnya di Desa Leran Kecamatan Manyar-Gresik, sudah ada pendatang beragama islam yang datang, hal tersebut dibuktikan dengan adanya makam Siti Fatimah Binti Maimun bin Hibatallah yang wafat pada tahun 475 atau 1082 M. Sampai kini banyak di ziarahi oleh masyarakat umum dan terkenal dengan sebutan “Kubur Panjang" karena di sebelah timur makam Siti Fatinrah terdapat beberapa makam yang ukurannya sangat panjang. Syekh Maulana Malik ibrahim adalah seorang ahli tata negara yang ulung, tuiisan yang terdapat pada batu nisan beliau adalah menunjukkan hal itu, huruf-huruf pada batu nisan adalah huruf arab . Kalau diartikan dalam bahasa Indinesia, kurang lebih maksudnya :

Inilah makam Al Maghfur Al Marhum, yang berharap rahmat Tuhan, kebanggaan para pengeran, sendi para sultan, dan para menteri, penolong fakir miskin, yang berbahagia lagi syahid cemerlang simbol negara dan agama. Malik Ibrahim yang terkenal dengan sebutan Kake Bantal, Allah meliputinya dengan rahmat Nya dan keridoanNya, dan dimasukkan ke dalam surga. Telah wafat pada hari senin, 12 Rabiul Awal 822 H.

Demikian bunyi tulisan yang ada pada nisan makam Syekh Maulana Malik Ibrahim. Penduduk pribumi mengenal beliau sebagai Kake Bantal. Ini membuktikan bahwa pada masa hidup beliau, beliau berdakwah dengan cara yang bijaksana, beliau beradaptasi dengan masyarakat sekelilingnya.

Dalam menjalankan metode dakwah Sunan Maulana Malik Ibrahim, agama dan adat istiadat lama tidak langsung ditentangnya dengan frontal dan penuh kekerasan, melainkan beliau perkenalkan kemuliaan dan ketinggian akhlaq yang danlurkan oleh agama Islam. Beliau langsung memberi contoh dan teladan sendiri dalam bermasyarakat, sopan tutur bahasanya, lemah lembut, welas asih pada fakir miskin, hormat pada yang lebih tua. Dengan cara itu ternyata sedikit demi sedikit banyak  juga rakyat jawa yang mulai tertarik pada agama lslam dan pada akhirnya mereka menjadi pemeluk gama lslam

Pada masa itu kerajaan yang terbesar di Jawa adalah kerajaan Majapahit, tetapi sesungguhnya kerajaaan itu sudah keropos baik dari luar dan dalam  (fisik dan semangat) mereka apalagi ketika Prabu Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada telah tiada, sementara kerajaan bawahan mulai menggeliat untuk melepasakan diri. Kesetiaan pembesar dan para adipati mulai menipis, banyak upeti kerajaan yang tidak sampai ke tangan Raja, melainkan bertumpuk di kediaman para pembesar dan para adipati. Kejahatan melanda di mana-mana, banyak perampok dan pencuri. Bahkan banyak pula prajurit yang melepaskan diri dan beralih menjadi rampok.

2. Karomah Syekh Maulana Malik lbrahim
Nama Kake Bantal merupakan julukan Syekh Maulana Malik Ibrahim. Nama itu diberikan karena beliau sering meletakkan kitabnya di atas bantal sehingga para muridnya memanggil beliau dengan sebutan Kake Bantal. Dalam menjalankan dakwahnya, Sunan Maulana Malik Ibrahim mempunyai banyak karomah. Karomah adalah kemampuan yang diberikan oleh Allah kepada para wali. Berikut ini beberapa karomah Syekh Maulana Malik Ibrahim.

1. Karomah Stekh Maulana Malik Ibrahim dalam Menurunkan Hujan lebat
Pada suatu Syekh Maulana Malik lbrahim berjalan berkeliling di daerah yang tertimpa bencana, beliau memberikan sedekah dan bantuan pada penduduk yang kelaparan. Sampai pada suatu saat beliau bertemu dengan sekelompok orang yang melaksanakan upacara meminta hujan, beliau menyaksikan dua orang yang sedang berlaga. Kedua orang itu berlaga hanya menggunakan camping. Masing-masing membawa rotan sepanjang dua meter, dan secara bergantian memukulkan rotan itu ke punggung masing-masing dengan sekeras-kerasnya. Akibatnya kedua punggung orang itu melepuh mengeluarkan cairan darah kehitam-hitaman, namun terus saja mereka berkelahi.

Kira-kira sesaat lamanya, pertandingan yang di sebut "Ujung" itu usai, pada saat itu muncul seorang yang berpakaian semacam biksu atau pendeta maju ke depan, tampaknya dia adalah pemimpin upacara itu, dengan suara lantang orang tersebut memerintahkan agar kedua orang yang berlaga itu diseret keluar. Kemudian ia berkata : "Bawa cepat gadis itu kemari !"

Seorang gadis dengan berpakaian serba putih, umurnya sekitar belasan tahun didatangkan ke tengah lingkaran dengan di cekal oleh dua orang yang bertubuh kekar untuk ditelentangkan di atas bongkahan sebuah batu besar. Gadis itupun merontah berusaha keluar dari pegangan laki-laki tersebut.

Syekh Maulana Malik lbrahim tertegun menyaksikan kejadian itu, beliau dan murid-muridnya memperhatikan kejadian selanjutnya terhadap gadis yang ditelentangkan tadi. Kemudian orang yang pendeta atau biksu itu berkata " Wahai Dewa Hujan, terimalah persembahan kami ini, curahkan hujan buat kami dan hentikan kemarau panjang ini". Kemudian ia mendekati gadis itu dan bertanya kepadanya:"Wahai gadis suci, hari ini akan aku serahkan dirimu kepada Dewa Hujan, pengorbanannru tidak akan sia-sia bahkan akan dikenang oleh seluruh rakyat desa ini.

Dengan nada cemas dan tubuh yang gemetar gadis itu pun menjawab iba "Jangan, jangan tuan aku tidak mau dijadikan persembahan untuk Dewa Hujan". "Diam !", bentak lelaki yang memegangnya, kemudian pemimpin upacara tersebut berseru dengan nada yang keras "Sekarang marilah kita mulai" sambil membuang tongkatnya, orang itu menghunus pedang yang terselip di pinggangnya, sementara kedua laki-laki semakin mempererat pegangannya pada gadis persembahan yang terus meronta-ronta itu.

Dengan mengacungkan pedang tinggi-tinggi, yang kemudian diarahkan pada jantung gadis itu, tiba-tiba mereka dikejutkan dengansuara yang berleriak di belakang mereka "Tunggu...! namun mereka tidak menghiraukan suara itu, dan ketika pedang pemimpin upacara itu hampir mengenai kulit si gadis, tiba-tiba ada kekuatan dahsyat yang tak tampak oleh mata menahan pedang itu.

Dengan penasaran, ia mengerahkan segenap kesaktian dan kekuatannya untuk menancapkan mata pedangnya ke jantung si gadis, tetapi mendadak tenaganya menjadi lemah lunglai, pemimpin itu mengurungkan niatnya sambil menatap orang-orang di sekelilingnya.

Semua orang dibuatnya tertegun metihat kejadian menakjubkan itu. Sementara mata pendeta atau biksu itu tertuju pada Syeh Maulana tllalik lbrahim yang berdiri di belakang kerumunan orang-orang, ia berkata dengan nada lantang : "Kau
yang menghalangi jalannya upacara persembahan ini". Syeh Maulana Malik lbrahim maju seraya menjawab "Maaf kisanak, aku ingin tahu, untuk apa gadis itu dikorbankan?".
"Gadis itu dikorbankan buat persembahan dewa Hujan, agar kemarau yang panjang ini cepat berakhir dan segera turun hujan". sahut pemimpin upacara tersebut

"Sudah berapa gadis yang menjadi korban Dewa Hujan ?".
"Sudah dua kali". jawab orang itu.
"Jadi sudah dua nyawa melayang dengan sia-sia", ujar Syekh Maulana Malik lbrahim dengan tenang.
"Pengorbanan ini tidak sia-sia, termasuk pengorbanan si gadis itu yang tidak akan dilupakan sepanjang masa oleh segenap penduduk desa ini". jawab pemimpin upacara itu.
"Apakah dengan pengorbanan dua gadis itu, hujan pernah turun?" tanya Syekh Maulana Malik lbrahim Sebelum orang tersebut menjawab, serentak penduduk di sekitar tempat itu menjawab "Beluuum ... !"

Mendengar pertanyaan Syekh Maulana Malik lbrahim wajah orang itu semakin beringas. Dia memberi isyarat kepada dua orang laki-laki bertubuh kekar untuk menyerang Syekh Maulana, tetapi tiba-tiba kaki mereka terasa amat berat untuk melangkah bahkan keduanya merasa kesakitan dengan memegangi pahanya masing-masing. Melihat kejadian tersebut, pendeta tersebut berkata dengan lantang : "Kau bermaksud menantang kami, hai pengacau". Syekh
Maulana Malik lbrahim menjawab : "Kami datang ke sini untuk menolong penduduk desa ini dari kesulitan ini"

"Apa yang bisa kau berikan kepada kami yang sedang dilanda kelaparan ini" ujar sang pendeta lagi Syekh Maulana Maiik lbrahim berkata : "Apa yang kalian inginkan?". "Hujaaan..., kami hanya minta hujan, serempak orang yang berada disekitar tempat tersebut menjawab.
"Cuma hujan yang kalin minta" tanya Syekh dengan nada meyakinkan. "Ya, kami hanya minta hujan supaya turun, Dan jika kamu bisa tidak bisa menurunkan hujan sekarang juga maka orang-orang ini akan membunuhmu", ujar pendeta atau biksu itu dengan keras.

Syekh Maulana Malik lbrahim : "Bagi Allah tidak ada kesulitan, jika Allah menghendaki maka hujan akan turun, Allah adalah dzat yang menciptakan kami dan kamu sekalian ini, Dia maha kuasa atas segala sesuatu yang ada di dunia ini, termasuk kuasa pula menurunkan apa yang kalian kehendaki, yakni hujan".
Sebelum Syekh Maulana Malik lbrahim menyelesaikan perkataannya, pendeta tersebut berkata : "Sudah, jangan banyak bicara, sekarang secepatnya kau turunkan hujan kepada kami".
"Sabar kisanak, itu soal mudah, tetapi ada satu syarat yang kuminta". kata Syekh Maulana Malik lbrahim
"syarat apakah itu, cepat katakan !". jawab sang pendeta
"Maukah kalian membebaskan gadis itu setelah hujan turun?" Dengan serempak penduduk desa yang berkerumun di tempat tersebut menjawad dengan serempak
"Mauuu!"
"Terimakasih". ujar Syekh Mautana Malik lbrahim dengan perasaan lega.
   

Kemudian Syekh Maulana Malik lbrahim bersama muridnya melaksanakan sholat lstisqo' (shalat untuk meminta huian pada Allah SWT). Tidak beberapa lama kemudian mendungpun dalang menutupi langit biru, semula tibalah hujan rintik-rintik, yang kemudian hujan turun dengan lebatnya menggenangi sawah dan ladang penduduk desa itu.

Semua orang itupun kegirangan seraya bersorak-sorak sambil menari-nari. Sementara pendeta tadi terdiam, dengan angkuhnya ia berkata pada Syekh Mauiana malik lbrahim : Apa yang kau lakukan itu adalah sihir, dan bukan kejadian yang sebenarnya"'

Sihir itu telah dilarang dalam agama kami"' jawab Syekh Maulana Malik lbrahim mengelak. Rupanya pendeta itu tidak mau menerima kenyataan. Akibatnya ia bersama pengikutnya pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang mendongkol mereka menyingkir ke pegunungan Tengger an Bali sehingga banyak sekali penduduk Bali danTengger yang beragama Hindu maupun Buddha

2. Kisah Murid Syekh Maulana Malik Ibrahim dalam Menaklukkan Perampok
Dikisahkan, salah seorang murid syekh Maulana Malik lbrahirm pernah bertarung dengan segerombolan perampok, dalam pertempuran tersebut beradu tanding dengan pemimpin perampok tersebut, dan ia berhasil mengalahkannya. Murid Syekh Maulana Malik lbrahim tersebut memerintahkan pada pemimpin perampok.
"Ayo cepat, perintahkan anak buahmu pergi dari tempat ini," tetapi pemimpin rampok yang ternyata bernama Tekuk Penjalin hanya diam seribu bahasa dan terus diam, sehingga membuat murid Syekh Maulana Malik lbrahim mengeluarkan ancaman dan berkata, "Jika engkau tidak segera pergi dari tempat ini maka kamu akan kubunuh".Di luar dugaan ternyata Tekuk Penjalin tidak juga beranjak pergi, malah membuang ludahnya ke wajah murid Syekh Maulana. Hal itu membuat murid sang murid menjadi naik pitam dengan sigap ia segera mengepalkan dan bersiap untuk memukulkannya pada Tekuk Penjalin. Melihat kemarahan murid syekh Maulana Malik Ibrahim, Tekuk Penjalin menjadi merinding, dalam hatinya ia merasa bahwa ajalnya telah di depan mata.

Tapi sungguh diluar dugaan, tiba-tiba murid Syekh Maulana mengurungkan niatnya, wajahnya yang tadi merah padam sekarang redup seperti sedia kala. Hal itu membuat Tekuk Penjalin bertanya-tanya.
"Mengapa kau tak jadi jenyerangku?" tanya Tekuk Penjalin
"Karena kau tadi membuatku marah." jawab sang murid
"Aku tidak boleh membunuh orang dalam keadaan marah, karena itu merupakan perbuatan dosa" sambung sang murid.
"Kenapa berdosa, bukankah aku pantas dibunuh ?" ujar Tekuk Penjalin

"Tadi, ...", kata sang murid
"Sebelum kau meludahiku dan sebelum aku marah, aku boleh membunuhmu, karena niatku membunuh adalah untuk menyerangi kejahatan, tapi setelah kau meludahiku, maka hatiku jadi marah, padahal agamaku melarang umatnya untuk menghukum orang dalam keadaan marah." mendegar perkataan sang murid Tekuk Penjalin tercenung, untuk beberapa saat dia terdiam

"Betapa luhur ajaran agamamu, apakah nama agamamu itu?" tanya perampok itu.
"lslam?" jawab sang murid, "lslam artinya selamat, siapa yang memeluk agama lslam maka ia akan selamat dunia dan akhirat'
"Sesungguhnya dosaku sangat banyak dan bertumpuk apakah, Tuhan masih mengampuniku ?" sela Tekuk Penjalin.
"Kenapa tidak?" murid syekh Maulana pun menielaskan tentang lslam pada Tekuk Penjalin dan membuat hati Tekuk Penjalin tergugah dan berniat untuk mempelajari lslam lebih dalam pada Syekh Maulana Malik lbrahim

Demikianlah salah satu metode dakwah yang dilaksanakan syekh Maulana dan muridnya, selagi ada jalan berdakwah selain dengan perang, mereka akan melakukannya, tetapi jika tidak ada jalan lain selain berperang mereka pun melakukannya.

Menurut berbagai penyelidikan, agama lslam tersebar di bumi nusantara ini adalah melalui jalan damai, kalaupun ada pertempuran itu setelah sebelumnya ada peringatan-peringatan. Bukan seperti umat Nasrani yang datang ke Jawa ini melalui penjajah. Hal itu disebabkan beberapa hai, di antaranya adalah :
1. para penyiar agama lelam yang datang mula-mula adalah para pedagang. Ahli Sufi (tasawuf) serta para Wali
2. Para mubaligh itu menggunakan metode da'wah yang tepat sasaran, sebagaimana tersirat dalam Al-Qur'an surat An-Nahi ayat 125 yang artinya "Hendaklah engkau ajak orang ke jalan allah dengan hikmah (kebiiaksanaan) dan dengan petunjuk-petunjuk yang baik. Serta hendaklah engkau bertukar pikiran Jengan mereka, dengan cara yang sebaik-baiknya." (QS' An-Nahl 125)
3. Para mubaligh lslam tersebut dapat menyelami dan memahami watak dan jiwa bangsa lndonesia.
4. Sifat toleransi dari bangsa lndonesia itu sendiri yang dapat menerima setiap yang datang dari luar kemudian disesuaikan dengan kepribadian sendiri.
5. Penyiaran lslam di Jawa sebagian besar melalui saluran Tasawwuf atau Metafisika
6. Dengan jalan mengawinkan kepercayaan lama dengan kepercayaan baru inilah yang menyebabkan agama lslam dapat tersiar dengan damai.

Sekarang lslam sudah tersiar ke seluruh lndonesia, adalah tugas sarjana-sarjana lslam untuk melanjutkan perjuangan mereka dan melestarikan lslam bukan hanya dalam segi jumlah saja tetapi juga ketebalan iman umat lslam itu sendlri terutama membersihkannya dari perkara yang berbau kemusyrikan.

Makam Syekh Maulana Malik lbrahim
Setelah berhasil dalam menyampaikan ajaran lslam, Syekh Maulana Malik lbrahim wafat pada tahun 822 H. tepatnya pada tahun 1419 M dan dimakamkan di desa Gapura berhimpitan dengan makam Pahlawan Gresik Jawa Timur.